Hal Yang Dibenci Allah SWT
HAL YANG DIBENCI ALLAH SWT
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Allah
menciptakan alam semesta dengan segala isinya dan dengan kasih sayangnya semua
mahluk dapat merasakan segala fasilitas yang Allah berikan tanpa terkecuali.
Lantas
mengapa Allah membenci mahluk yang Ia ciptakan, dalam hal ini manusia?
Sahabat
Taubi, sebagai mahluk yang Allah ciptakan dengan segala kesempurnaan, ternyata
manusia juga Allah warisi dengan sifat dasar yaitu Lalai.
Lalai
dalam hal ini bukanlah lupa yang disebabkan ketidaksengajaan, atau
ketidaksadaran. Namun kelalaian manusia terjadi ketika manusia tersebut dengan
sengaja melanggar apa yang telah Allah perintahkan.
Untuk
hal ini ada baiknya kita mengenang Sejarah nabi Adam AS, manusia pertama yang
Allah ciptakan, hidup di surga dan harus turun kedunia dengan pasangannya Siti
Hawa karena kelalaiannya melanggar
perintah yang Allah tetapkan.
Untuk
apa Allah meletakkan kelalaian pada manusia?
Allah
SWT dengan sengaja meletakkan sifat dasar manusia lalai ini agar disadari untuk
dikenali. Sebagaimana di dalam Al- Quran surat Al-Fatihah yang selalu kita baca
khususnya pada ayat ke 7 poin 2 dan tiga. Dimana posisi ini adalah posisi
manusia pada umumnya.
Bisakah
kita keluar dari posisi ini?
Bagaimana
kita merasakan nikmat iman, sebagai nikmat tertinggi tanpa kita menyadari dan
mengenali bahwa Allah telah meletakkannya di dalam dada kita?
Sahabat
Taubi, sesungguhnya Allah tidak membenci manusia dengan sifat lalainya, Tetapi
apabila kelalaian ini berkepanjangan tanpa disadari maka akan melahirkan
kesombongan. Sombong karena merasa telah beriman, berada dalam petunjuk, merasa
tahu; bukan tahu merasa, merasa lebih
baik dari orang lain, dll. Hal ini akan mengarah pada kesesatan dan mengundang
murka Allah SWT.
Simpulan:
1.
Lalai
adalah awal kesesatan
2.
Allah
SWT bersengaja meletakkan sifat lalai untuk dikenali
3.
Pengenalan
akan baik dan buruk akan melahirkan keseimbangan
Alhamdulillahirobbil Alamin
wallahu A'lam bishawab
Innalillahi wainnailaihi Rojiun
Assalamu'alaikum wr. W
No comments: